You are currently viewing Apakah Gumoh Si Kecil Normal?
Gambar oleh jry140305 dari Pixabay

Apakah Gumoh Si Kecil Normal?

Setiap bayi pasti pernah mengalami gumoh karena gumoh memang hal yang umum bagi bayi dan umumnya tidak berbahaya. Apa itu gumoh? Gumoh adalah keluarnya cairan, atau makanan yang baru ditelan. Secara medis, gumoh memiliki nama refluks di mana kerongkongan yang belum sempurna dan ukuran lambung bayi yang masih kecil belum mampu bekerja dengan baik.

Gumoh pada bayi biasanya akan hilang saat Si Kecil berusia satu tahun. Hal ini terjadi karena cincin otot yang menjadi katup kerongkongannya sudah berfungsi dengan lebih baik sehingga makanan atau minuman yang masuk ke lambung bayi tidak mudah keluar lagi.

Gumoh yang normal itu seperti apa, sih?

Seperti yang tadi dijelaskan, gumoh bayi bukanlah kondisi yang mengkhawatirkan. Gumoh sering disertai adanya sendawa, batuk dan cegukan dengan frekuensi gumoh yang bervariasi. Kondisi bayi gumoh yang masih bisa kita katakana normal adalah:

  • Bayi tetap berselera makan
  • Berat badan yang terus bertambah sesuai usia
  • Bayi yang nyaman dan tidak rewel
  • Bayi yang tidak terlihat rewel atau sesak

Jika semua hal itu terjadi maka gumoh Si Kecil terhitung normal namun jika terasa terlalu berlebihan maka segera periksakan ke dokter, ya!

Jika bayi sering gumoh maka ini yang harus Momee lakukan

  • Memposisikan kepala bayi untuk selalu tegak

Saat Momee akan memberikannya makan baik ASI maupun MPASI, lebih baik memposisikan kepalanya agar lebih tegak. Pastikan posisi ini bertahan sekurang-kurangnya 20 menit setelah bayi makan agar makanan tersebut tidak naik lagi ke kerongkongannya.

  • Memberikan ASI dan makanan secukupnya

Masih terkait dengan pemberian makanan, mencegah gumoh juga bisa Momee lakukan dengan memberikannya asupan makanan yang cukup. Terkadang Si Kecil akan meminta secara terus menerus padahal sebenarnya perutnya sudah terisi cukup sehingga meningkatkan potensi terjadinya gumoh. Setelah makan, Momee juga perlu membuatnya sendawa agar tidak ada angin yang tersisa saat ia makan sebelumnya.

  • Memperhatikan cara makan

Jika Momee sedang MengASIhi maka yang perlu diperhatikan adalah porsi ASI nya. Jika ia meminum susu dari botol, pastikan menggunakan dot yang pas dengan ukuran mulutnya agar susu tidak keluar terlalu banyak yang dapat membuat Si Kecil tersedak.

Momee juga dapat menjaga agar ia tidak langsung tidur setelah makan. Jika ia sudah dapat tidur, maka posisi terlentang dengan kepala bayi yang agak meninggi juga dapat dilakukan. Tidur dalam posisi tengkurap setelah makan akan meningkatkan risiko terkena sindrom kematian bayi mendadak (SIDS).

Gejala gumoh yang membutuhkan perhatian khusus

Meski gumoh pada bayi adalah hal yang normal, namun situasi di bawah ini membutuhkan perhatian khusus, seperti:

  • Terlalu sering memuntahkan makanan atau susu dengan jumlah banyak
  • Cairan muntah bayi berwarna tidak lazim seperti kuning, hijau, apalagi dengan darah
  • Si Kecil kesulitan makan atau menolak minum susu
  • Gumoh terus terjadi di atas usia satu tahun
  • Si Kecil menunjukkan gejala sesak napas, lemas, rewel dan menangis
  • Si kecil mengalami demam

Nah jika Momee melihat beberapa gejala tersebut terjadi pada Si Kecil maka terdapat beberapa penyebab seperti alergi, atau penyumbatan di kerongkongan. Meskipun wajar namun bukan berarti lepas dari perhatian, ya! -KJ

Tinggalkan Balasan