Mitos Seputar Kehamilan yang Perlu Momee Tahu

Bagi Momee yang baru saja memulai masa kandungan, admin ucapkan selamat, ya! Masa mengandung marupakan masa yang sangat unik dalam kehidupan, karena Momee akan selalu bersama Si Kecil kemanapun untuk merawatnya hingga lahir kelak. Dalam perjalanannya sendiri, Momee akan sering menemui beragam mitos seputar kehamilan.

Beberapa mitos kehamilan umum yang perlu Momee ketahui

Selama ini, banyak juga yang percaya tentang beberapa mitos apalagi jika mitos tersebut sudah sangat terkenal di kalangan masyarakat. Mitos kehamilan ini bisa saja muncul dalam bentuk nasihat bagi Momee. Nah untuk memastikan apakah nasihat tersebut cocok atau tidak, maka penting buat Momee untuk tahu apa saja mitos dan fakta seputar kehamilan yang sering kita dengar, berikut!

  • Bentuk perut akan menandakan jenis kelamin janin

Tak sedikit ibu hamil yang mendengar mitos ini, atau mungkin Momee sudah pernah mendengarnya sebelum hamil? Bentuk perut yang agak mendongak atau meninggi dikatakan sebagai tanda bayi perempuan, dan sebaliknya jika ke bawah maka akan lahir bayi laki-laki. Hal yang asyik memang untuk menebak jenis kelamin Si Kecil, karena ini juga menyangkut persiapan perlengkapan bayi baru lahir nanti. Namun, perlu kita pertegas bahwa mitos ini benar hanyalah mitos belaka.

Faktanya, bentuk perut ibu hamil erat kaitannya dengan kekuatan otot perut dan posisi janin di dalam perut sehingga jelas tidak ada kaitannya dengan jenis kelamin Si Kecil. Cara terbaik dengan akurasi tinggi untuk mengetahui jenis kelamin Si Kecil adalah dengan melakukan pemeriksaan USG pada kurun waktu tertentu seperti trimester kedua atau ketiga.

  • Makan dengan porsi ganda

Betul adanya jika Momee harus memenuhi nutrisi dua tubuh sekaligus, namun tidak benar jika harus melakukannya dengan makan dua kali porsi lebih banyak dari biasanya. Dengan berat normal, Momee cukup membutuhkan tambahan 300 kalori per hari yang cukup untuk menunjang kebutuhan tumbuh kembang janin dengan total tidak lebih dari 2000 kalori.

  • Ibu hamil jangan berolahraga

Mitos paling umum yang sering menyebabkan keresahan adalah ibu hamil yang tidak boleh berolahraga. Sebaliknya, Momee yang tengah mengandung justru sangat disarankan untuk melakukan olahraga atau setidaknya aktif bergerak. Momee dapat melakukan beberapa olahraga tertentu seperti jalan kaki ringan, dan yoga.

  • Jangan mewarnai rambut saat hamil

Bagi Momee yang sering berganti gaya rambut, pasti pernah atau akan mendengar mitos ini dari lingkungan sekitar. Namun, kabar baiknya adalah mewarnai rambut sama sekali tidak memiliki dampak buruk bagi kesehatan janin dalam kandungan selama proses mewarnainya baik dan benar.

Perhatian yang penting adalah Momee sebaiknya tidak mewarnai rambut di trimester pertama sehingga sebaiknya mewarnai rambut di trimester kedua saja. Sebagai alternatif, Momee bisa mengganti pewarna rambut kimia dengan henna.

  • Seks akan menyebabkan komplikasi

Melakukan hubungan seks saat hamil sebenarnya aman dan boleh untuk dilakukan. Kegiatan ini tidak akan membahayakan kehamilan Momee selama Momee dan suami dapat memastikan bahwa tidak ada gangguan kesehatan apapun. Bagi beberapa perempuan, seks selama kehamilan pun memiliki sensasi tersendiri karena adanya peningkatan aliran darah di panggul. Baiknya, Momee dan suami perlu untuk berbicara dengan baik, ya!

  • Menjauhi kucing

Mitos ini erat kaitannya dengan penyakit toksoplasmosis khususnya bagi Momee yang mempunyai kucing. Kali ini memang ada betulnya namun bukan berarti Momee tidak bisa bermain dengan kucing. Momee tetap bisa bermain dengan kucing kesayangan selama dapat memastikan kebersihan Momee dan si kucing itu sendiri. Baiknya jangan sampai terkena kotorannya sehingga sebaiknya mintalah orang lain untuk membersihkan kotoran tersebut.

Nah, sebenarnya masih sangat banyak mitos seputar kehamilan di masyarakat. Namun, di atas merupakan mitos yang paling sering terdengar di masyarakat. Berangkat dari artikel ini, Momee dapat lebih hati-hati lagi terhadap mitos dengan cara yang cermat, ya! -KJ

Tinggalkan Balasan